Kasepuahan Ciherang
Seren
Taun berasal dari suku kata serah (seren)
= sisa (menyerahkan), Taun (masa, waktu). Seren
taun
diadakan setahun sekali pasca panen. Seren taun merupakan suatu bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan dan panen padi yang melimpah. Seren taun diadakan setiap pertengahan bulan muharam ( tanggal 14-15).
Kegiatan ini bertujuan untuk Ngamumule (mengagungkan) Dewi Pohaci (Nyi
Pohaci) yaitu padi. Dengan Bahasa lain : Netepkeun
Nyi Pohaci
ka Imahna (leuit).
Selain itu juga untuk ngareah-reah (meramaikan) acara seren taun, suka diadakan beberapa pergelaran baik itu tradisional ataupun modern serta petandingan olahraga dan beberapa kreatifitas masyarakat yang lainya.
Yang
termasuk kedalam seni tradisional yang
selalu ada dalam setiap pagelaran seren taun yaitu: Angklung buhun
dan parade dogdog
lojor, Rampak
Bedug, Lomba Nyanyi
Pop Sunda (berbagai
usia), Ngarengkong,
Ngagondang, Pagelaran
topeng, Nadar,
Kacapi suling
dan Pagelaran
wayang golek.
Selain itu juga, untuk seni
modern sebagai bukti apresiasi kasepuhan terhadap masyarakat yang berjiwa muda atau para kaula muda, pihak kasepuhan juga mengadakan Festival Band
dan Pentas dangdut serta didukung oleh perlombaan yang
bersipat pada kreatifitas masyarakat baik itu anak-anak, muda-mudi dan dewasa. Dan tidak hanya di situ saja, dalam bidang keagamaan juga biasanya diadakan istigosah
, pertunjukan kasidah
dan tabligh
akbar.

Komentar
Posting Komentar